Untung Surendro – 16 Maret 2014

Posted: May 6, 2014 in Uncategorized

Perjalanan 1
: TT

Perih aku menyusurinya
getir dalam rasa terpendam
dan tak ada yang hilang.
Kubenamkan jauh di palung jiwa
getar menyelimuti
luka bagi yang bersaksi
atas tubuh dan jiwa yang papa.
Jalan akan sampai di ujung
tapi gairah jangan terbendung
ia mampu menembus dinding kukuh
meskipun tulang kian rapuh
Aku kangen!

Nov 2009

Perjalanan 2
: Agus Dhewa

Lalu kala kita bergairah
ketika jalan masih di ujung daun
kita selalu mengepalkan tangan.
Kini semangat yang pernah kautabur
masih bersemi di lapis dinding jiwa
kadang tumbuh – kadang mati
ketikaaku menggelepar dilibas zaman.
Apakah kita sia-sia?
tidak saudaraku, aku tertatih
menggapai asa.
Kini dengan tubuh ringkih
ingin menjabat tanganmu
dan bareng mengepalkan tangan
meskipun tampak lamat-lamat
tapi kita pernah berjalan.
Aku kangen!

Nov 2009

Perjalanan 3
: Eko Tunas

Di mana motormu yang butut itu?
sering kita berdua membelah jalan
tahun 80-an proses kreatif meradang
kita debat hingga larut malam.
Di mana motormu yang butut itu?
yang berjasa mengantarkan kita
‘tuk menggali daya kreatif
kita telusuri lorong kelam dan sepi.
Ek,
setengah abad usia
kita digerogoti asam urat, aku lupa;
dulu dalam perjalanan jiwa
setiap kita berlapar-lapar
lalu aku tanya kepadamu:
“jalan ini telah kita rintis
jangan sampai terkikis,
‘tuk pembelajaran anak-anak kita
bahwa bapaknya tahan gempuran zaman.”
Ek, aku kangen!

Nov 2009

Perjalanan 4
: Timur SS

Setiap kau bicara, aku terpana
kata demi kata berlarutan
demi yang luka dan cinta.
Telah kita tulis bersama:
“kita adalah penyair
ini telah kita pilih saudaraku!
‘tuk menemani yang sepi
‘tuk memberi rasa cinta
bagi mereka yang gagap
menggenggam diri sendiri.
Mur,
aku bangga kepadamu
teruskan langkahmu memberi cinta
ini penting, siapa lagi?
Kini…
aku kangen!

Nov 2009

Perjalanan 5
: Handry TM

Wahai lelaki yang santun
dalam genggaman jiwa teduh
senyum tersungging penuh makna
menatap ke langit jiwa.
Di manakah kini kata tergenggam?
yang membisu lukaku
manakala bandang menerjang
kau tersenyum dan berkata:
‘’mas… jangan sampai lelah.’’
Aku terkesiap;
kalimat itu 24 tahun lamanya
masih tergenggam dalam jiwa.
Hand,
butir-butir kelelahan itu mulai merayap
aku kadang menggelepar
tapi gairah kehidupan menatap anak-anakku
aku memang jangan sampai lelah!!!
Aku kangen!

Jan 2014

Perjalanan 6
: Agus Maladi

Aku masih ingat
potret pemberian ketika
Kedua orang tuaku wafat,
Potret itu begitu bermakna
manakala aku sembab
kutatap wajah kedua orang tuaku
yang berkafan putih
memberi makna tentang akhir.
Gus…
aku berjalan dalam sunyi
setiap malam aku lakoni
memaknai hidup aku takarub.
Bagaimanapun memaknai hidup
adalah merenungkan tentang akhir
Maafkan aku
Kangen!

Nov 2009

Perjalanan 7
: Djawahir Mohammad

Ketika kita bersua
aku membca gairah lamamu,
Semangatmu Mas, luar biasa
Lalu kita bersama-sama,
meneteskan air di ubun-ubun
pada setiap saudara kita yang papa.
60 tahun sudah usiaku
aku sadar perjalananku akan rampung,
tapi gairah hidup tak boleh ngeluntung
aku mesti memberi arti
aku bertafakur
dan bersyukur
Salam

2014

Perjalanan 8
: Anak-anakku

Bila pada saatnya Bapak pulang nanti
janganlah kalian tangisi,
cukup kalian rajin mengaji
menjalani hidup dengan membersihkan hati.
Jangan berlebih-lebihan
jangan menutup mata pada anak yatim,
ingatlah anakku… ingatlah!!!
Jangan kausia-siakan Ibumu
rawatlah ketika sepuh,
seperti ketika Ibu merawatmu dulu
Ingatlah anakku… ingatlah!!!
Hidup setiap manusia akan rampung
janganlah kausia-siakan hidupmu
hidup setiap manusia kan mengalami mati
jangan kaukotori dengan yang tak terpuji
Kalian mesti tahan uji!!!
Salam.

2014

Untung Surendro. Penyair yang tinggal di Semarang ini lama tak menyiarkan karya-karyanya di media massa atau membacakannya di ruang publik. Kenyataannya, dia tak pernah berhenti menulis sajak. Inilah beberapa sajaknya dan dalam waktu dekat, dia akan kembali membacakan sajak panjangnya bertajuk ‘’Nyanyian padang Kurusetra’’ ke hadapan khalayak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s